Fungsi Priming Pump, Mesin, Diesel & Bahan Bakar [Panduan Lengkap]

fungsi self priming pump

Bagi Anda yang awam dengan dunia otomotif, mungkin masih asing dengan fungsi priming pump. Jangankan fungsinya, istilah priming pump saja mungkin masih asing. Namun, bagi Anda yang telah terbiasa berkecimpung dalam seluk beluk dunia otomotif, pasti sudah familiar dengan komponen ini.

Priming pump merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan roda empat yang menggunakan mesin diesel. Jika kendaraan Anda masih menggunakan mesin tersebut, maka perlu mengetahui fungsi dari priming pump dan bagian-bagian penyusunnya, semua akan kami jelaskan dibawah ini.

Fungsi Priming Pump

fungsi priming pump

Sebuah kendaraan tentunya memiliki banyak komponen penyusun di dalamnya yang membuat mesin kendaraan tersebut dapat beroperasi dengan lancar. Begitu juga dengan mobil yang menggunakan mesin diesel. Bagaimana prosesnya? Simak yuk!

Komponen pada mesin memiliki hubungan keterkaitan antara satu dengan yang lain. Rangkaian komponen ini yang membuat mesin bisa menjalankan fungsinya. Apabila terjadi kerusakan kecil pada salah satu komponen saja, maka akan mengakibatkan mesin tak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Pada mesin diesel terdapat satu bagian yang memiliki fungsi begitu krusial agar mesin dapat beroperasi dengan maksimal. Bagian ini yang biasa disebut dengan priming pump atau juga dikenal dengan sebutan feed pump atau fuel supply. Berikut fungsi dari priming pump tersebut.

1.   Mengambil Bahan Bakar dari Tangki Penyimpanan

Salah satu fungsi dari priming pump yaitu mengambil bahan bakar yang berada di tangki penyimpanan. Priming pump sendiri berada di pompa injeksi dan dapat bergerak oleh bantuan tenaga camshaft.

Komponen pada priming pump yang bertugas menjalankan fungsi ini ialah piston. Piston menghasilkan tekanan udara pada tangki yang membuatnya vakum. Oleh karena itu, bahan bakar bisa disedot masuk melewati priming pump yang nantinya akan diteruskan ke injection pump.

2.   Menyaring Bahan Bakar

Pada bagian ini juga terdapat filter atau penyaringan bahan bakar. Jadi, bahan bakar yang disalurkan menuju injection pump merupakan bahan bakar yang telah bersih dari hasil penyaringan. Komponen yang bertugas untuk menyaring bahan bakar adalah filter solar.

Penyaringan bahan bakar sangat diperlukan untuk meningkatkan performa sebuah mesin. Pasalnya, jika bahan bakar kotor masuk ke dalam ruang pembakaran dapat mengakibatkan pembakaran berjalan tidak sempurna, terjadinya penyumbatan, dan masalah lainnya yang dapat berakibat fatal.

3.   Menyalurkan Bahan Bakar Ke Injection Pump

Setelah bahan bakar dipompa menuju priming pump dan melalui proses filterisasi, kemudian akan disalurkan menuju injection pump. Ini masih merupakan tugas dari priming pump.

Jika terjadi gangguan atau kerusakan pada priming pump, maka mesin otomatis akan langsung mati. Hal ini terjadi karena bahan bakar tidak dapat tersalurkan menuju injection pump.

4.   Mengeluarkan Udara dari Sistem Bakar

Fungsi lainnya dari priming pump yaitu mengeluarkan udara dari sistem bakar. Pada proses pembakaran, tak jarang terdapat udara palsu pada sistem pembakaran tersebut. Jika tidak dikeluarkan, udara ini dapat memicu masalah pada mesin.

Saat udara masuk ke sistem bahan bakar, pompa injeksi akan berusaha menekan udara dan justru tak membangkitkan tekanan bahan bakar. Hal ini mengakibatkan mesin sulit untuk hidup. Oleh sebab itu, priming pump juga bertugas guna mengeluarkan udara palsu pada sistem bakar.

Mengenal Komponen Pada Priming Pump

Setelah mengetahui fungsi priming pump, tak ada salahnya Anda menelusuri seputar priming pump secara lebih jauh lagi, lebih tepatnya pada bagian komponen penyusunnya. Ternyata, priming pump sendiri masih tersusun dari beberapa bagian atau komponen.

Namun, sebelum membahas komponennya, perlu diketahui bahwa priming pump pada mobil diesel memiliki dua tipe pompa injeksi. Kedua tipe tersebut adalah in-line dan distributor. Meskipun terdapat dua tipe, tetapi prinsip kerja, komponen, dan fungsinya tetap sama.

Komponen pada priming pump memiliki tugas masing-masing agar proses penyaluran bahan bakar dari tangki menuju injection pump bisa berjalan dengan lancar. Komponen adalah priming pump piston, filter solar, dan check valve. Berikut penjelasan dari ketiga komponen tersebut beserta fungsinya.

1.   Priming Pump Piston

Salah satu komponen penyusun priming pump yaitu piston atau torak. Adanya komponen ini berguna agar priming pump bisa menyedot bahan bakar pada tangki.

Piston memberikan tekanan udara pada bagian tangki penyimpan yang membuat tekanan udara tersebut masuk pada kondisi vakum. Dengan demikian, bahan bakar akan tersedot masuk ke mesin pembakaran. Itulah yang membuat priming pump bisa menyedot bahan bakar dari tangki.

2.   Filter Solar

Komponen berikutnya yang juga krusial pada priming pump yaitu filter solar. Seperti yang telah dijelaskan bahwa salah fungsi priming pump adalah untuk memfilter bahan bakar atau lebih tepatnya solar sebagai bahan bakar mesin diesel. Cairan solar (water) sendiri memiliki fungsi penting.

Fungsi tersebut bisa berjalan karena adanya komponen filter solar. Tugasnya untuk menyaring bahan bakar yang berasal dari tangki penyimpan sebelum disalurkan menuju pompa injeksi. Dengan demikian, solar dalam pompa injeksi adalah yang sudah bersih.

3.   Check Valve

Komponen lainnya yang ada pada priming pump yaitu check valve. Bahan bakar bisa masuk karena adanya tekanan udara dalam kondisi vakum. Fungsi dari check valve sendiri adalah mencegah adanya tekanan udara dari arah berlawanan. Ini canggih, karena bisa self open-close sendiri atau rotary.

Ketika tekanan udara masuk dalam kondisi vakum, bahan bakar dapat langsung disalurkan menuju mesin pembakaran. Adanya tekanan udara dari arah berlawanan bisa memicu backflow atau aliran balik bahan bakar. Disini, check valve ada untuk mencegah risiko berbahaya tersebut.

Cara Priming Pump Bekerja

fungsi self priming pump

Usai mengetahui fungsi dan komponen dari priming pump, selanjutnya akan dibahas mengenai cara kerjanya. Seperti yang telah diketahui bahwa priming pump merupakan bagian dari mesin diesel sehingga cara kerjanya masih menggunakan cara konvensional.

Priming pump bisa bekerja saat tekanan diberikan pada pump handle. Tekanan tersebut kemudian akan direspon oleh priming pump. Pump handle harus ditekan manual menggunakan tangan. Tekanan tersebut membuat diafragma pada sistem bahan bakar bergerak turun.

Adanya tekanan tersebut membuat check valve terbuka sehingga bahan bakar dari tangki pengisian bisa mengalir masuk ke dalam priming pump. Pada sisi lain, inlet valve akan menutup guna mencegah terjadinya backflow atau aliran balik.

Ketika tekanan pada handle pump dilepas, posisi pada diafragma akan kembali seperti sediakala. Hilangnya tekanan pada handle pump akan membuat kondisi vakum. Kemudian, outlet check valve akan menutup, sedangkan inlet valve terbuka. Pada saat inilah bahan bakar memasuki ruang pompa.

Dengan melihat cara kerja dan fungsi priming pump yang sudah dibahas, dapat diketahui bahwa keberadaan komponen ini pada dasarnya begitu krusial pada mobil bermesin diesel. Jika komponen ini tidak ada atau rusak, maka ruang pompa injeksi tidak bisa terisi bahan bakar dengan penuh.

Mengingat akan hal itu, sangat penting bagi Anda agar berhati-hati dalam mengoperasikan dan merawat mobil bermesin diesel ini, termasuk komponen tersebut. Dengan perawatan yang baik, maka fungsinya akan tetap maksimal. Jika komponen ini rusak, segera perbaiki juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *